Cerpen Remaja Ahh Sudahlah


Cerpen bertema Remaja ini berjudul Ahh Sudahlah. Cerita Pendek romantis atau pun bercampur ke galauan seorang remaja. Mari langsung saja cerpen nya.

Cerpen Remaja Romantis

“krringgg!!! kriiing!!! kriiinggg!!!”. Seperti biasa, itu adalah bunyi alarm handphone Edgar di pagi hari. Kalau semisal kalian sekarang lagi ada di kamarnya Edgar, pasti kalian sudah pada jantungan. Soalnya, bunyi alarm handphone Edgar yang keras cetar membahana seperti kata Syahrini. Memang Edgar sengaja menyetting alarmnya seperti itu.

Cerpen Cinta Remaja Terbaru

“Edgaaar! Jangan keras-keras donk bunyiin alarmnya!” kata kakak Edgar yang juga ikut bangun setelah mendengar suara yang ditimbulkan oleh alarm handphone Edgar.
“sorry kak! Soalnya Edgar nggak bakal bisa bangun kalau alarmnya nggak bunyi keras kayak gini! Hehe.” Jawab Edgar sambil cengar-cengir.
Dengan nada menyindir setengah marah kakak Edgar berkata “huhh, dasar keboo!”
“kalau aku kebo kakak apa? Banteng donk! Hahaha.” Edgar menjawab dengan sedikit banyolannya yang membuat Kakak Edgar menutup pintu dan pergi ke kamarnya lagi dengan muka sedikit kesal.

Kenalkan ini Edgar Danis Varistian, dia adalah satu-satunya anak laki-laki dari keluarga Suwantoro. Soal beda jauh antara nama bapak dan anak, nggak usah ditanya ya. Edgar nggak akan pernah bisa bangun pagi kalau nggak ada alarm di samping bantal tidurnya. Dia juga sering takut pergi ke kamar mandi sendiri dan tidak jarang ibunya harus rela mengantar Edgar ke kamar mandi. Tetapi di sisi lain, dia anak yang penurut orangtua, dia jarang bahkan hampir tidak pernah sama sekali membangkang apa yang disuruh oleh kedua orangtuanya.

Saat itu Edgar masih duduk di bangku sekolah menengah pertama di Kota Jogjakarta. Dan sekarang dia sudah menginjak kelas sembilan yang artinya, sebentar lagi dia sudah mau lulus. Dia jarang mendekati cewek, tetapi cewek yang satu ini nih yang membuat hati Edgar berbunga-bunga dan serasa ingin terus memandang dan berada di dekatnya. Dia adalah Andien.

Saat itu Edgar sedang berada bersama kedua sahabatnya yaitu Joni dan Galang. Seperti biasa, mereka sedang ngobrol dan bercanda sambil menunggu bel jam masuk kelas. Seluruh teman kelas Edgar kebanyakan juga berada di dalam kelas dan sibuk dengan buku catatannya sendiri-sendiri. Maklum, hari itu akan ada ulangan Matematika. Sesaat kemudian, Andien masuk ke dalam kelas dan duduk bersama temannya.
“eh, Jon! Cewek yang duduk di pinggirnya Tata itu siapa ya?” tanya Edgar kepada sahabatnya Joni.
“kenapa lu tanya-tanya? Lu naksir ya sama dia? Cie ciee, sejak kapan lu udah mulai nglirik cewek?” dengan nada sedikit menggoda Joni bertanya balik ke Edgar.
“enggak ahh, gue Cuma pengen tau namanya aja.” Jawab Edgar dengan muka sedikit menunduk malu.
“Dien, Andien! Kamu dicari nih sama Edgar, katanya mau ngajak kenalan!” Joni berteriak keras memanggil Andien yang membuat seluruh teman sekelas menyoraki Edgar dan Andien.
“cie.. cie.. cie..” seru seluruh teman sekelas Edgar.

Edgar dan Andien, sebenernya mereka adalah teman sekelas semasa SMP. Saat itu Edgar mempunyai perasaan suka terhadap Andien, tetapi dia masih malu mengutarakan perasaan yang dia dapat dari seorang gadis cantik nan manis serta baik hati bernama lengkap Andiena Dewi Kusuma Wardani. Edgar saat itu adalah sesosok anak ABG yang pemalu, pendiam, tetapi bisa dibilang cerdas dalam urusan pelajaran. Edgar sangat menyukai Andien. Tetapi, dia tak mempunyai keberanian sedikitpun untuk berhubungan dengan Andien meskipun lewat SMS.

Dan pada akhirnya, tibalah disaat mereka berdua harus berpisah dan melanjutkan perjalanan hidup mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Edgar memilih bersekolah di SMK dekat kotanya sendiri yaitu di Kota Jogjakarta. Sedangkan Andien, dia disuruh oleh keluarganya untuk melanjutkan sekolah sembari menimba ilmu di pondok pesantren di Kota Kediri. Sebuah hal yang membuat hati Edgar marasa terhempas jauh ke laut dalam.

Betapa terkejutnya Edgar ketika itu tepat setelah acara perpisahan sekolah selesai, Edgar mendapat sebuah SMS dari Andien.
“selamat berpisah kawan!! Semoga sukses dan kita bisa kumpul bareng lagi!! I LOVE YOU”. Itulah isi pesan singkat dari Andien kepada Edgar.
Kata “I LOVE YOU” menurut Edgar adalah sinyal khusus baginya, ia merasa bahwa Andien juga mencintainya. Tetapi, sebenarnya Andien mencintai Edgar atas dasar pertemanan dan tidak lebih. Kemudian Edgar memberanikan diri untuk membalas SMS dari Andien.
“I LOVE U TOO ANDIEN, sayang sekali kita harus berpisah!” balas Edgar dengan penuh semangat.
“Iya, bakal rindu kamu! Hehe.” balas Andien.
“Iya! Tapi kita masih bisa saling berhubungan lewat handphone kan?” balas Edgar serius.
Betapa terkejutnya hati Edgar untuk kedua kalinya setelah Andien berkata dalam pesan singkatnya lewat handphone Blackberry miliknya.
“Kayaknya kita nggak bakal bisa berhubungan lagi deh, di pesantren nggak ada yang boleh bawa handphone! Pulang ke rumah juga hanya satu tahun sekali!”.

Akhirnya mereka mengakhiri SMS mereka. Edgar merasa kecewa. Baru saja dia mendapat keberanian untuk menghubungi Andien, tetapi ternyata itu untuk yang pertama dan terakhir kalinya di tiga tahun kedepan ini. Edgar harus menunggu tiga tahun lagi setelah Andien lulus dari sekolahnya dan keluar dari pondok pesantren. Sedih dan kecewa pasti dirasakan Edgar pada saat itu. Tiga tahun bukanlah waktu yang singkat. Andai saja ada Doraemon di sisi Edgar pada saat itu, pasti langsung dikeluarin deh alatnya. Tapi ini dunia nyata dan Edgar harus sanggup menjalaninya. Dia memegang teguh janjinya untuk menunggu Andien selama tiga tahun lamanya.

Kehidupan sekolah menengah kejuruan Edgar akhirnya dimulai, ia mencoba melupakan Andien sejenak. Edgar ingin mencoba fokus terlebih dahulu ke pendidikannya. Bagi diri Edgar sekarang, keluarga adalah segala-galanya. Hanya kebahagiaan keluarga yang bisa membuat hati Edgar tersenyum.

“Edgar, cobalah sekolah lebih giat lagi. SMK adalah pilihan yang tepat untukmu! Jangan buat kecewa papa!” kata Ayah Edgar.
“Oke pah! Percayakan saja kepada anakmu ini. Pokoknya cuma satu tujuan Edgar saat ini. Buat bangga keluarga Suwantoro dan itu harus bisa terwujud. Akan kucoba melangkah lebih jauh dan lebih tinggi dan tinggi lagi pah!” Kata Edgar dengan penuh rasa optimis.
“jangan tinggi-tinggi, entar jatuh lu nangis bo!” canda Kakak Edgar.
“apaan sih kak, gue kan nggak kayak elu kak, diputusin pacar aja nangis! Hahaha.” sindir Edgar.
“iihhh, kamu tuh bo, selalu itu mulu yang diungkit-ungkit. Ya udah kakak doain deh lu bisa jadi yang terbaik dan nggak takut lagi pergi ke kamar mandi sendiri! Hahaha.”
“udah muji masih aja nyindir lagi, huu!” kata Edgar dengan muka cemberut.
“cemungud adikku cayaaank!” seru Kakak Edgar sambil mencubit pipi Edgar lalu dia pergi menuju ke kamarnya.
“Hilangkanlah rasa pemalumu itu! Dunia SMK butuh banyak kreativitas dan keberanian!” Ayah Edgar kembali menasehati Edgar.
“Saya tahu, saya akan berusaha semaksimal mungkin pah.” Jawab Edgar yang kemudian juga beranjak dari tempat duduknya menuju ke kamarnya. Edgar yakin, bahwa orangtuanya sudah merencanakan bagaimana agar kehidupan Edgar bisa lebih baik di masa depan. Cinta bisa dicari di hari esok. Tentang Andien… Ahhh sudahlah.

Cerpen Karangan: Surya Enjang Krisdiantoro
Blog: nagabelang.blogspot.com

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s