Cerpen Remaja Bukan Sekedar Cinta Biasa


Cerpen kali ini berjudul tentang Bukan Sekedar Cinta. Mengangkat tema tentang remaja, cerpen ini semoga dapat menghibur Anda semuanya.

Cerpen Remaja Romantis

Apa definisi cinta menurut kalian? kalau gue sih seperti ini,
Cinta mengajarkan aku betapa indahnya arti sebuah kebersamaan.
Cinta mengajarkan aku apa arti sebuah perjuangan.
Cinta memberikan aku kesempatan untuk merasakan indahnya dicintai dan mencintai.
Namun ketika cinta telah berpaling dari ku, apakah aku sanggup bertahan?
Apakah aku mampu melangkah dalam ketidakpastian? aku hanya butuh seseorang
yang benar-benar tulus ingin bersamaku.
Tapi apakah masih ada orang yang benar-benar tulus mencintai aku yang apa adanya?

Cerpen Remaja Romatis Terbaru

Ya itulah sekian arti cinta menurut gue. Dan pertanyaan dari sekian banyaknya pertanyaan yang masih menumpuk di benak gue. Gue memang selalu bertanya-tanya sendiri tentang cinta? what do you think? banyak orang bilang kalau jatuh cinta itu indah. Helo? yang namanya jatuh itu pasti sakit lah. Cuman kata cinta aja yang membuat rasa jatuh itu jadi enak. Bener gak? banyak orang juga bilang kalau cinta itu menerima apa adanya pasangan kita. Bener gak? menurut gue itu salah besar. Kenapa gue bilang salah. Dari pengalaman gue yang udah gagal beberapa kali itu, menyatakan dengan tegas bahwa orang selalu jatuh cinta pada pandangan pertama karena fisik. Minggu demi minggu, bulan demi bulan memang selalu indah. Tapi ujung-ujungnya ketika pisah selalu bermasalah karena sifat yang tidak cocok. Bener gak? Helo?

Oke gue akan cerita sedikit tentang beberapa pengalaman gue kurang lebih setahun lalu yang mengantarkan gue pada lautan kegalauan dan berujung pada sebuah status yang selalu jadi bahan perbincangan orang, ejekan orang, dan kesinisan orang. Ya kalian bisa tebak sendiri lah. Namun kalian pasti suatu saat nanti akan berterima kasih kepada status yang selalu kalian galaukan ini. Check this out!

Berawal dari jadinya gue anak baru. Bisa dibilang biasa aja. Tapi entah mengapa, kegiatan olahraga di sekolah gue mengantarkan rasa yang sedikit berbeda. Dari situlah rasa itu ada. Perbincangan kami dimulai dari sosial media yang sangat terkenal waktu itu. Kami pun merasa cocok dan memutuskan untuk janjian ketemu. Sebut saja cowok itu AG. Kami bertemu di salah satu mall di tempat mainan anak kecil. Kebetulan hobi kami sama, main basket. Ya dari situlah kecocokkan kami berasal. Beberapa hari kami mengenal, kami rasa itu cukup. Kami pun memutuskan untuk jadian. Kami sering sekali bertemu. Walaupun tidak setiap hari. Jalan bersama, nonton bersama, makan bersama, dan nemenin dia berenang pun pernah walaupun aku gak ikut renang dan aku Cuma jaga tas sambil main hp *miris*. Gue boleh narsis dikit gak ini? boleh aja gini ya. Bisa di bilang gue anak yang baik hati, masalah duit gue gak masalahin. Cuman lama kelamaan gue jadi agak ngerasa tekuras sedikit. Ya namanya juga anak sekolahan. Seringnya gue jalan dan makan, seringnya juga kertas warna-warni gue yang bernilai melayang. Gue mulai merasa ilfil *muka sampi ke kiri kanan kamera maju mundur*. Bukannya gue matre. Tapi sebagai cowok dimana rasa malu kalau cewek yang selalu bayar? helo? tapi gue masih tahan semua kejanggalan ini. Hingga suatu saat, pertandingan basket untuk pelajar dimulai. Sekolah gue dan sekolah gue ikut. Tapi apa yang terjadi? kita lagi berada di acara yang sama tapi dia gak peduli sama sekali. Ya tanpa pikir panjang pun emosi gue meledak kayak kompor dan kata putus pun tidak terhindarkan. Gue akuin dia orang yang romantis. Tapi dalam pemikiran dan pegangan gue adalah, cinta bukan hanya butuh keromantisan, tapi juga sebuah perhatian. Cinta memang bukan soal materi, tapi cinta berasal dari dua orang yang sama-sama saling mengeluarkan materi. Cinta itu memang bisa tumbuh di mana saja dan kapan saja. Tapi ingat, bertahan adalah hal tersulit dari cinta. Dari sini lah gue belajar dari kegagalan yang gue lakukan sendiri. Dan perjombloan gue pun dimulai.

Kurang lebih sebulan gue menjomblo, gue jadian. Sebut saja dia AU. Cowok hitam manis ini setahun lebih tua di banding gue. Sama seperti sebelumnya. Gue kenal dia lewat sosial media. Hanya beberapa hari gue kenal sama dia, gue pun menyatukan hubungan yang lebih lah istilahnya. Bisa di bilang dia orang pertama yang gue beraniin diri kenalin sama boka nyokap gue. Entah kenapa nyali gue lagi kenceng banget. Secara gue anak cewek yang dilarang keluar malam. So, gue suruh dia aja ke rumah. Alhasil, nyokap gue keliatan suka sama itu anak.

Bulan puasa kami laluin bersama, terawih pun sempat sama-sama. Dari sinilah gue sangat berharap bisa lama sama dia, AU. Tapi Tuhan berkata lain. Seindah apapun yang telah kita lewati, perjuangan bagaimanapun yang telah kita lakukan. Tetap saja tidak bisa mengubah apa yang telah dikehendaki sang maha kuasa. PUTUS. Kurang gede apa lagi coba itu kata-kata? itu Cuma lima huruf. Tapi maknanya dalam loh. Bisa bikin orang nangis tujuh hari tujuh malam *maap lebay*. tapi bener kan? Ngaku aja deh pasti kalian nangis juga kan kalau baca kata-kata itu? awalnya gue sudah berusaha untuk mempertahankan hubungan ini. Sekuat mungkin. Tapi apa daya, gue Cuma berjuang sendirian. Keegoisan telah menang di atas ketulusan. Ya selalu itu biang keroknya. Lagi dan lagi masalah sifat. Orang pacaran kalau kelai itu wajar bukan sih? orang yang sudah berpuluh tahun menikah saja masih ada kelai nya. Apalagi orang yang baru seumur jagung pacaran *istilahnya*. Dia, iya dia mengakhiri segalanya. Gue pun mengiyakan, walau dalam hati gue berkata tidak.

Beberapa bulan kemudian dia ngajak gue balikan. Setelah denger curhatan gue. Tapi gue tidak ada lihat keseriusan sama sekali. Jadi gue tolak ajakan dia. Tapi hubungan gue sama dia sampai sekarang baik-baik saja. Gue sama dia udah jadi temen deket. Seperti tidak pernah terjadi sesuatu. Bersyukur banget kalau semua mantan kayak gini ya. Dari cinta jadi sahabat.

Dari sini gue ambil hikmah, dalam suatu hubungan itu wajar kalau ada ketidak cocokkan. Kalau kalian berani mengambil keputusan berani juga ngambil resiko. Kalau sudah mancing hati anak orang, terimalah dia sebagaimana dia. Kalaupun ada masalah kecil yang masih bisa diselesaikan, selesaikan lah dengan masalah dingin. Jangan menyesal di kemudian hari. Kalau menyesal dan ingin mengajak balikan. Ajaklah pasanganmu balikan dengan serius dan meyakinkan. Agar dia tahu keseriusanmu. Dan tidak semua mantan harus di musuhin. Semua pasti bisa menjadi temen bahkan jadi sahabat. Siapa tahu jadi jodoh lagi. Rahasia Tuhan siapa yang tahu ya kan?

Tuhan itu memang baik. Saking baiknya, Dia mengirimkan aku cinta lagi. Dan tidak membiarkan aku galau lebih lama. Tepatnya di tempat aku les bahasa inggris. Saat itu sedang acara hallowen. Awalnya gue Cuma iseng aja, sok beraniin diri dateng. Dengan kostum yang serba hitam gue datang dengan cantiknya. Namun mataku langsung mengarah ke sebuah ruangan yang gelap. Ini memang buatan tapi seremnya berasa sampai ke tulang. Tapi yang namanya sudah terlanjur basah apa boleh buat. Gue antri buat masuk yang namanya uji nyali. Nyali gue naik turun udah kayak lift aja. Pas giliran gue naik, nyali gue seperti ketinggalan di bawah. Ah menyesal sekali gue naik ke lantai atas. Tapi gue seperti kejatuhan kue coklat yang manis sekali di saat gelapnya ruangan. Cowok berbehel, rambut agak keriting, manis, tinggi itu seperti malaikat kemalaman yang nyelamatin gue. “ayo kak sini gak papa. ada aku” *sambil narik tangan sebalah kanan*. Gue sempet bengong beberapa detik di situ. Bukan karena orangnya. Tapi karena dia manggil gue kakak. Ku pikir dia lebih tua dari gue. Tapi ternyata gue salah. Gue seperti dihipnotis dengan kata-katanya, alhasil gue pun kembali memberanikan diri. Selama uji nyali, tangan gue nempel kayak perangko sampai acara selesai. Gue gak sadar juga sih sebenarnya. Gue mencoba untuk tetap santai tapi beribawa karena gue kakak kelas. Gaya dikit gak papa kan? Siapa mau larang haha. Tapi gue sama dia, sama-sama belum tahu nama masing-masing.

Sampai rumah gue malah kegirangan dan berharap gue ketemu sama anak itu lagi. Dan ternyata doa gue dikabulin *terharu*. Gue ketemu dia lagi. Dan dia tersenyum sama gue. Kami pun saling ngobrol dan bertukar nomor handphone. Komunikasi kami pun kenceng kayak sinyal aja. Dan ternyata sekolah kami berdekatan juga. Jadi kami selalu curi kesempatan kalau pulang cepat untuk jalan walau sekedar makan yang cukup untuk kantong anak sekolahan. Entah gue kena karma atau gimana. Sebelumnya gue pernah nolak anak yang lebih muda dari gue dan gue pernah bilang dan berfikir kalau tidak mau sama berondong. Gue lebih suka anak yang lebih tua dari gue. Ya tapi gak tua amat lah *tolong yang ini jangan jadi kenyataan ya Tuhan*. Namun gue tetap bersyukur aja sih. Awalnya sih gue ragu buat ngejalanin ini semua. Ya tapi namanya jatuh cinta pandangan pertama gimana sih. Eits, sebelumnya gue juga gak percaya jatuh cinta bisa pandangan pertama. Tapi lagi-lagi gue ngerasain juga. oke kita kembali lagi ke topik pembicaraan. Hubungan kami pun resmi di tanggal cantik 11 12 13. Sungguh di luar dugaan yang gue kira. Gue pun kembali memutuskan untuk serius dalam hubungan ini.

Seminggu kami baik-baik saja. Masuk minggu kedua, kami ada masalah. Datangnya dari kesalahpahaman. Dan di sini gue ngalah. Dan dia tidak mau disalahkan. Lagi dan lagi gue bertahan dan berjuang sendirian di dalam ketidakpastian mau dibawa hubungan ini. Gue coba buang pikiran negatif gue dari kejadian buruk sampai terburuk. Gue nunggu tiga hari kabar dari dia tapi gak ada sama sekali. Hingga suatu malam gue dapat sms yang isinya kalau dia minta diakhiri sampai sini saja dan minta semua baik-baik saja sebelum kita pacaran. Sontak gue langsung nangis *jujur*. Gue kecewa lagi. Gue patah hati lagi. Kepercayaan diri soal cinta mulai menurun. Gue sakit hati sama yang namanya cowok. Tapi untungnya gue masih punya sahabat-sahabat tercinta gue yang selalu setia menemani gue. Mereka yang memberi gue semangat. Dan selalu berkata, “sudahlah, buat apa kamu nangisin dia yang jelas-jelas masih bocah”. iya walaupun dia lebih muda dari gue. Gue akuin, dia bisa buat gue nyaman saat sama dia. Dia bisa jadi teman walaupun gue sama dia statusnya pacaran. Tapi Tuhan lagi dan lagu nguji gue. Gue pasrah. Gue terima semuanya dengan ikhlas dan lapang dada. Gue Cuma bisa berharap ada hikmah di balik semua ini.

Setelah kejadian putusnya gue yang terakhir, gue belum nemuin yang namanya pengganti sampai saat ini. Bukan karena gue gagal move on atau gimana ya. Yang lagi deket juga gak ada sih. Kembali lagi sih. Gue hanya bisa dan selalu mencoba berfikir positif. Gue lagi diuji nih sama Tuhan. Mungkin Tuhan lagi nyuruh gue buat luangin waktu untuk gue sendiri dan keluarga gue. Gue lagi di suruh belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa lagi. Menjadi orang yang bisa menjadi cewek seutuhnya. Yang bisa menjadi ibu dan istri yang baik ketika nanti. Karena apa? apa kalian tahu? gue pernah baca di salah satu media sosial dan gue juga pernah denger ceramah di salah satu program televisi. “yang baik akan mendapatkan yang baik pula. Begitupun sebaliknya”. dan mungkin Tuhan sedang membuatku menaiki tangga demi tangga untuk mendapatkan yang terbaik pula. Amin.

Nah, kalian semua guys. Jangan berfikiran negatif akan status jomblo yang kalian rasakan sekarang. Selalu berfikir positif. Tuhan tidak akan menguji umatnya melewati batas kemampuan. Yakinilah, tidak selamanya kalian akan menyandang status jomblo. Yakinlah, Tuhan sedang mengujimu agar Dia melihat seberapa pantas kamu mendapatkan yang terbaik. Keep smile guys!

Cerpen Karangan: Devi Juliasari
Blog: Devijulia96.blogspot.com
Facebook: Devi Julia

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s