Cerpen Remaja OMG My Boyfriend is Girl


Cerpen Remaja yang berjudul OMG! My Boyfriend is Girl. Cerita Pendek ini semoga dapat menghibur Anda :

Cerpen Remaja Cinta

Aku menangis pedih setelah mendengar berita itu. Rasanya aku tidak percaya dengan apa yang dikatakan Shasy sebelumnya. Padahal, pacarku itu adalah sosok yang baik dan perhatian. Aku sangat sayang kepadanya. Tapi, mengapa ini terjadi Tuhan? Mengapa dia baru mengaku padaku saat 15 menit lagi aku akan melaksanakan ujian kenaikan kelas?

Cerpen Remaja

Pagi ini aku semangat sekali berangkat sekolah. Karena, di sekolahku sedang mengadakan pensi antar sekolah. Aku jadi tidak sabar untuk melihat bakat-bakat dari sekolah lain.
“Eh, Alya! Yuk kita ke hall sekarang, tamu-tamu dari sekolah lain sudah datang tuh. 5 menit lagi acaranya dimulai”.
Tanpa banyak berkata-kata lagi aku ikut ajakan Shasy, teman baikku itu.

Saat di Hall banyak sekali anak-anak yang berkumpul untuk melihat pensi. Tak lama kemudian, pensi pun dimulai. Datanglah seorang cowok dari sekolah lain lalu berdiri di samping Shasy. Mataku tak bisa berkedip melihatnya. Kemeja coklat dengan celana jeans dipadu dengan sepatu DC. “Wow kece banget cowok ini!” gumamku.

Pensi antar sekolah pun selesai. Saat kami sedang duduk-duduk di taman sekolah, aku menceritakan cowok itu pada Shasy. “Shas, liat gak cowok yang di sebelah kamu tadi?”. “Oalah yang kece itu, liat kok Al, kenapa memangnya? Kamu naksir ya, cieee”. “Ah kamu bisa aja, kece sih aku suka gayanya. Dari mukanya ramah kok. Aduh, kenapa aku tadi gak minta no nya aja yah”, ucapku penuh penyesalan. “Ih iya kamu oon banget sih, coba kamu ceritanya dari tadi sama aku, pasti sudah aku mintain no hp nya, hehehehe”. Huuh apaan sih Shasy ini, masa cewek minta no cowok duluan sih. Tapi… ya sudahlah mudah-mudahan lain kali bisa ketemu cowok itu.

Malam harinya, aku dikejutkan oleh suara handphone ku. Huft, ternyata BBM dari Shasy. Isinya seperti ini “Al.. aku nemuin pin bb cowok yang tadi itu Al…”. Ah masa sih yang bener aja, baru ketemu kok langsung dapat pin BB nya. Lalu ku balas “Hmm.. bohong kamu, dapat darimana?”. Tak lama kemudian, BBM Shasy masuk ke handphone ku “Aku dapat dari temen aku yang di SMA 3, dia promotekan pin BB cowok itu. Awalnya aku iseng invite dia, eh ternyata setelah aku liat DP nya, itu dia cowok yang kamu taksir tadi pagi. Gak percaya? Nih pinnya: 27D9xxxx”. Tanpa membalas bbm Shasy, aku langsung menginvite pin itu. Alhasil, benar! Aku pengen banget chat duluan, tapi aku malu. Jadi, aku suruh Shasy yang duluan kenalan sama dia.

Keesokan harinya saat aku asyik membaca novel di kelas sambil menunggu bel masuk tiba-tiba… “Hei Alya, aku sudah kenalan loh sama dia. Namanya Ryan. Awalnya, sebelum chat sama dia, aku tanya-tanya dulu tentang dia ke temanku yang anak SMA 3 itu. Ternyata dia kenal. Tapi aku gak terlalu tanya lebih dalam sih tentang Ryan. Soalnya, aku gak sabar langsung pengen chat dia!”. “Lah terus?”,tanyaku penasaran. “Daaann… nanti malam aku suruh dia chat kamu duluan. Makanya, aktifin terus paket bbm kamu”. jawab Shasy santai. “Whaat?! kamu gila ya, aku sudah bilang aku malu tau!”, jawabku terkejut mendengar jawaban Shasy. “Eh, kan tadi aku bilang dia yang bakal chat kamu duluan, so don’t worry. Sudah jangan banyak ngomong, Bu Mila sudah masuk kelas tuh!”

Malam ini aku deg-degan. Apa dia akan bbm aku? Ini sudah jam 9 malam, kenapa dia belum bbm aku juga? Sambil menunggu bbm dari Ryan, aku membaca novel. Hp ku berbunyi, ada bbm masuk. Itu Ryan!
“PING!!!”
“Iya”
“Ini Alya yah?”
“Loh kok tau, tau darimana?”
“Dari temen kamu yang namanya Shasy”
Nah, mulai saat itulah bbm kami terus berlanjut.
Hari demi hari pun berjalan, aku merasa nyaman dengannya. Rasanya kami sudah semakin akrab. Demi Ryan juga aku rela bbman dengannya sampai larut malam.

Akhirnya, aku dan Ryan sering ketemuan. Jalan-jalan, makan malam berdua, dll. Tapi setelah aku perhatikan, body Ryan ini langsing banget kayak cewek. Suaranya Ryan pun lembut. Ah, aku tak peduli, yang jelas sekarang aku lagi jatuh cinta dengannya.

Setelah capek berjalan-jalan seharian, kami pun memutuskan untuk dinner di salah satu restoran fastfood. Awalnya sih ngobrol-ngobrol gitu, gak lama dia bilang sama aku “Al, sebenarnya semenjak kita sudah kenalan, aku ngerasa cocok sama kamu. Kalo kamu belum punya pacar, kamu keberatan gak jadi pacar aku?”. Aku gugup banget, gak nyangka kalo dia bakal nembak aku. Akhirnya aku bilang “Eh.. Maaf, aku gak bisa”. Ryan yang sedang minum langsung tersedak mendengar jawabanku, “Kenapa? Kamu sudah punya pacar? Maaf kalo aku lancang nembak kamu”. Akhirnya aku tertawa dan bilang ke Ryan “Tunggu, aku kan belum selesai ngomong. Maksud aku itu, maaf aku gak bisa nolak kamu”, candaku membuat dia tertawa. Nah sejak saat itulah kami pacaran dan saat itulah cobaan datang kepadaku.

29 Mei 2013, itu adalah tanggal jadian aku dengan Ryan. Sekarang, kami sudah sebulan menjalani hubungan ini. Aku lagi asyik membaca buku kimia ku karena sebentar lagi ujian kenaikan kelas dimulai. Tiba-tiba aku dapat kabar dari Shasy. “Nih, coba liat bbm aku sama temen aku yang anak SMA 3 itu”, dia menyodorkan BB nya padaku. APA?! Aku tak percaya. Isi bbm itu adalah temannya Shasy memberitahu bahwa sebenarnya Ryan itu seorang cewek. “Loh kok dia gak ngasih tau dari awal sih?”, ucapku kaget. “Lah dia pikir kita cuman mau nambah-nambah aja, tapi aku cerita ke dia kalo kamu itu sudah pacaran sama Ryan. nah dianya langsung ngasih tau yang sebenarnya, aku kaget banget”, jawab Shasy gemetaran.

Aku kaget setengah mati, lalu aku mencoba untuk bbm dia menanyakan siapa dia sebenarnya. Awalnya dia tak mengakuinya, namun karena aku memaksanya akhirnya dia mengakui bahwa dia adalah seorang cewek. Dia menjadi tomboy karena menurutnya tak ada seorang laki-laki pun yang menyukainya. Dia memutuskan menjadi seorang cewek tomboy yang berpenampilan layaknya cowok pada umumnya. Aku pun menangis pedih, namun Shasy berusaha menenangkanku.

15 menit lagi ujian kenaikan kelas dimulai, namun aku masih saja menangis. “Sudahlah Al, itu mungkin jalan yang terbaik buat kamu. Akhirnya kita tau ternyata dia cewek. Sudah jangan disesali, mending kamu fokus ke ujian aja”, kata Shasy mencoba membuatku tenang. Akhirnya aku pun melupakan kejadian itu dan langsung fokus ke ujian.

Akhirnya aku tau mengapa bodynya langsing seperti cewek, dengan suara lembutnya itu. Terima kasih telah mengisi hari-hari ku. Terima kasih telah membuatku merasakan apa itu cinta. Aku gak bakal lupa kenangan kita, cewek ganteng 🙂

Cerpen Karangan: Nanda Yurindah Lestari
Hay, aku newbie disini. Maaf aja kalo ceritaku berantakan kata-katanya, namanya juga baru belajar. Kritik dan saran aku perlukan banget, jadi follow aja aku @nandayurindh. Dijamin aku follback kok kalau kamu mention, kita bisa berbicang-bincang soal hobby menulis. Aku tunggu ya kritik dan sarannya 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s