Cerpen Remaja Mizuimo


Cerpen remaja kali ini berjudul Mizuimo. Semoga dengan CERPEN remaja ini dapat menghibur Anda semua.

Cerpen Remaja

“argh ini udah komik yang ke 15 yang udah gua kirim tapi selalu ditolak” gumam seoarang gadis keluar dari sebuah tempat penerbitan komik, sepertinya gadis ini sedang kesal akan komik yang dibuatnya, selalu ditolak.

Cerpen Remaja Cinta

Saat ini gadis ini berjalan gontai menuju tempat duduk di depan gedung penerbit komik itu. “huft kejadian ini terulang hmm sabar imo sabar” gumam Imo berbicara pada dirinya, disaat waktu yang bersamaan Imo juga mendengar keluhan yang sama dengannya langsung saja ia menengok ke belakang
“Mizu, ngapain loe disini?” tanya Imo saat ia tau bahwa yang duduk di bangku belakangnya adalah Mizu teman sekolahnya
“gua di sini ngirim komik tapi yah begitu ditolak lagi” ucap mizu lemas
“bukan loe aja kok yang kayak gitu gua udah 15 kali ngirim komik tapi yah sama juga kayak loe DITOLAK” ucap imo sedikit menekan
“emang gara-gara apa?” Tanya mizu ingin tau
“katanya sih gara-gara cerita gua yang kurang bagus tapi gambar komiknya bagus kok terus kalo loe?” ucap Imo yang dilanjutkan bertanya balik pada Mizu
“gua sih kebalikan loe” jawab Mizu
“hmmm sama aja kayak gua, ya udah gua pulang dulu yak” ajak Imo

Bulan telah lelah menemani manusia bumi pada malam hari dan sekarang waktunya matahari mengerjakan tugasnya begitu pun hewan malam yang telah lelah bersenandung sebagai lagu pembawa tidur manusia bumi dan bergantilah kicauan burung yang didengar pada pagi hari
“tok tok tok” suara pintu kamar mizu
“mizuu bangun kamu gak sekolah kah?” teriak kakak mizu dari luar kamar mizu
“iye iye gua udah bangun” ucap mizu tapi tidak mengubah posisinya yaitu tidur
“tujuan orang bangun tidur adalah tidur lagi” gumam Mizu dan menarik selimut untuk tidur lagi
“mizu bangun jangan tidur lagi” teriak kembali kakak mizu
“hmzz iyaaa kayak mak-mak aja” jawab mizu kesal dan langsung menuju kamar mandi.

Berjalan mengikuti alunan lagu yang ia putar dan sesekali ia bersenandung sambil melewati koridor yang masih sepi dan sunyi, kegiatan yang selalu dilakukan mizu. Di kelas mizu haya ada beberapa anak yang telah datang. Dan tak berapa lama semua teman satu kelas mizu datang termasuk imo teman satu bangkunya
“pagi mizu gua punya usul nih buat masalah kita tentang komik” ucap Imo yang baru saja datang langsung duduk di sebelah Mizu
“emang apaan” tanya Mizu dengan muka datar
“kita bikin komik berdua aja loe yang bikin ceritanya gua yang buat gambar nya” usul Imo senang
“hahahaha gak mungkin lah” jawab Mizu tertawa kacang, sedangkan Imo hanya terdiam melihat temannya yang satu ini
“hahaha iya ya” ucap Imo yang ikut tertawa meskipun dengan terpaksa juga
“kriingg!!!” bel masuk pun berbunyi

Pada malam hari Mizu sedang memikirkan usul dari Imo tadi pagi “tapi bener juga yah kata Imo gua coba aja deh” gumam Mizu sambil berbaring di tempat tidurnya dan menatap langit-langit kamarnya

Sinar matahari telah memasuki kamar mizu melalui celah celah jendela kamarnya hingga membuat gadis ini terbangun
“wow sejarah dunia nih gua bangun jam segini tanpa ada yang bangunin, hmm bentar-bentar emang sekarang jam berapa” ucap mizu menggoreskan senyuman pada bibirnya sambil melihat jam dinding nya
“hah udah jam 6.30 waduh telat deh nih ke sekolah” ucap mizu
“aduhh bego banget sih gua rumah ini kan sepi jadi gak ada yang bangunin” lanjutnya sambil berjalan menuju kamar mandi.

Dan akhirnya Mizu sampai di sekolahnya meskipun dengan nafas yang terengah-engah ia memasuki kelasnya
“pagi…!!!, kenapa jam segini belum masuk” teriak Mizu menghembuskan nafas panjang dengan penuh rasa puas
“iya katanya sih ada rapat guru dulu” jawab Imo
“ohh syukur deh” gumam Mizu meletakkan tasnya dan duduk di sebelah Imo
“hmm Imo, aku mau ngomong kalo ide kamu yang kemarin itu kita coba aja” kata Mizu
“kamu gak lagi sakit kan” ucap imo tak percaya dengan perkataan temannya ini
“gak kok” ucap Mizu memegang dahi Imo
“dasar manusia labil” ucap Imo dengan muka watadosnya
“tapi jadi kan?” Tanya MIzu
“oke. kita buat saat libur sekolah saja” jawab Imo memuutuskan.

Pagi ini tepat libur sekolah, Imo dan Mizu merencanakan untuk membuat komik mereka berdua, akhirnya mereka telah sepakat untuk membuat komik yang menceritakan tentang “cita-cita seorang anak yang percaya bahwa tak ada yang mustahil di dunia ini”. Komik ini dibuat oleh Mizu dan Imo di tempat yang sama ya, di rumah Imo terkadang Mizu harus bermalam juga.

Akhirnya komik mereka berdua diterima, bahkan telah diterbitkan. Dan hari inilah komik mereka akan diluncurkan perdana, saat ini Mizo dan Imo sedang sibuk menandatangani komiknya untuk para pembeli di hari pertama ini. Penat menyelimuti mereka setelah menandatangani komiknya itu
“gak nyangka ya kita bisa kayak gini akhirnya” ucap Imo membuka pembicaraan dalam kesunyian
“iya yah aku juga gak nyangka” jawab Mizu.
Akhirnya komik buatan Mizu dan Imo ini selesai di buat dan telah diterbitkan, bahkan telah menjadi best seller dari komik-komik Indonesia yang telah ada. Bahkan dalam waktu dekat, komik ini akan dibuat menjadi film layar lebar.

End

Cerpen Karangan: Selsabil Angelika
Facebook: Selsabil Angelika
Follow Me @17angelika27

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s