Category Archives: Pantun

Kumpulan Pantun Nasihat

Pantun nasehat merupakan salah satu jenis yang termasuk ke dalam susunan pantun, pantun yang berjenis nasehat ini sendiri jika di bacakan atau juga di perdengarkan terdapat sebuah makna yang sangat mendalam. Baik itu dalam segi kehidupan atau juga hal lainnya, sehingga dapat menjadi sebuah nasehat yang sangat berarti.

Pantun Nasihat Nasehat

Irama setiap bait dalam pantun nasehat akan menjadi salah satu hal yang sangat unik di lakukan. Karena tanpa di sadari di samping kita melantunkan sebuah pantun, namun kita juga dapat memberikan sebuah pepatah dan memberikan tuntunan ke dalam hal yang lebih baik lagi.

Kumpulan Pantun Nasehat Nasihat

Pantun nasehat dan pantun lucu sendiri sangat baik di bacakan bagi orang yang sedang merasa sedih, atau juga yang sedang merasakan kebingungan akan cara yang harus di tempuh untuk dapat menyelesaikan permasalahan yang sedang dia hadapi.

Pantun Nasihat Terbaru

Pantun Nasehat Terbaru Paling Bijak

Kumpulan Pantun Nasehat+NASIHAT

Dengan memberikan pantun nasehat terhadap seseorang yang termasuk ke dalam kategori seperti di atas barusan, tentu saja dapat memberikan petunjuk dan juga arahan. Karena dalam setiap bait lantunan pantun yang anda bacakan serta yang terdapat dalam pantun cinta, memiliki sebuah makna yang dapat menjadi sebuah pelajaran yang sangat berharga.

Pantun NASEHAT Terbaru

Jika anda mempunyai teman, sanak saudara atau juga orang di sekeliling anda yang sedang merasakan kebingungan akan kehidupan ini, maka tidak ada salahnya jika anda membaca kumpulan contoh pantun nasehat agama, anak yang rajin belajar serta berbakti kepada orang tua, dan diiringi kata-kata lucu update terbaru terbaik.

Jenis Pantun Nasehat NASIHAT

Kalau keladi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta talas
Kalau budi sudah ditanam
Janganlah lagi meminta balas

Kalau ada jarum yang patah
Jangan simpan dalam peti
Kalau ada kata yang salah
Jangan simpan dalam hati

Hari panas jangan ke laut
Kalau ke laut kapal tergalang
Hati panas jangan diturut
Kalau diturut akal pun hilang

Jangan mengipas-ngipas arang
Kalau dikipas banyak baranya
Jangan memanas-manaskan orang
Kalau panas banyak maraknya

Kalau memagar rumpun bawang
Pagar dahulu lapis berlapis
Kalau mendengar pengaduan orang
Dengarkan dulu habis-habis

Kalau ranting sudah bertangkai
Janganlah dililit-lilit juga
Kalau berunding sudah selesai
Jangan diungkit-ungkit juga

Jangan patahkan atap mengkuang
Atap patah kumbangpun lalu
Jangan patahkan cakap orang
Cakap patah orangnya malu

Jangan suka mencabut padi
Kalau dicabut hilang buahnya
Jangan suka menyebut budi
Kalau disebut hilang tuahnya

Jangan suka makan mentimun
Mentimun itu banyak getah nya
Jangan suka banyak melamun
Melamun itu tiada gunanya

Kalau berkitab sambil menulis
Jangan sampai dawat terbuang
Kalau bercakap di dalam majelis
Jangan sampai mengumpat orang

Kalau kita tidak bersuluh
Jangan takut berjalan malam
Kalau kita tidak bermusuh
Jangan takut makan setalam

Kalau kita tidak bergalah
Jangan takut membentang kajang
Kalau kita tidak bersalah
Jangan takut ditantang orang

Banyak sayur dijual di pasar
Banyak juga menjual ikan
Kalau kamu sudah lapar
cepat cepatlah pergi makan

Kalau harimau sedang mengaum
Bunyinya sangat berirama
Kalau ada ulangan umum
Marilah kita belajar bersama

Hati-hati menyeberang
Jangan sampai titian patah
Hati-hati di rantau orang
Jangan sampai berbuat salah

Manis jangan lekas ditelan
Pahit jangan lekas dimuntahkan
Mati semut karena manisan
Manis itu bahaya makanan.

Buah berangan dari Jawa
Kain terjemur disampaian
Jangan diri dapat kecewa
Lihat contoh kiri dan kanan

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat

Tumbuh merata pohon tebu
Pergi ke pasar membeli daging
Banyak harta miskin ilmu
Bagai rumah tidak berdinding

Pinang muda dibelah dua
Anak burung mati diranggah
Dari muda sampai ke tua
Ajaran baik jangan diubah

Anak ayam turun sepuluh
Mati satu tinggal sembilan
Tuntutlah ilmu dengan sungguh-sungguh
Supaya engkau tidak ketinggalan

Anak ayam turun sembilan
Mati satu tinggal delapan
Ilmu boleh sedikit ketinggalan
Tapi jangan sampai putus harapan

Anak ayam turun delapan
Mati satu tinggal lah tujuh
Hidup harus penuh harapan
Jadikan itu jalan yang dituju

Ada ubi ada talas
Ada budi ada balas
Sebab pulut santan binasa
Sebab mulut badan merana

Jalan kelam disangka terang
Hati kelam disangka suci
Akal pendek banyak dipandang
Janganlah hati kita dikunci

Jalan-jalan ke kota bali
Jangan lupa beli buah duku
Kalau besar jangan mencuri
Agar orang menghargaimu

Bunga mawar bunga melati
Kala dicium harum baunya
Banyak cara sembuhkan hati
Baca Quran paham maknanya

Sebelum menggali buah bengkuang
Galilah dahulu buah ketari
Sebelum mencari kesalahan orang
Carilah dahulu kesalahan sendiri

Ilmu insan setitik embun
Tiada umat sepandai Nabi
Kala nyawa tinggal diubun
Turutlah ilmu insan nan mati

Ke hulu membuat pagar,
Jangan terpotong batang durian;
Cari guru tempat belajar,
Supaya jangan sesal kemudian.

Tiap nafas tiadalah kekal
Siapkan bekal menjelang wafat
Turutlah Nabi siapkan bekal
Dengan sebar ilmu manfaat

Hati-hati membeli rokok
Karena rokok panjang-panjang
Hati-hati memilih cowok
Karena cowok mata keranjang

Bikin kue dari buah
Buahnya apel sama delima
Bila engkau suka berdakwah
Dakwahlah seperti ulama

Kayu cendana diatas batu
Sudah diikat dibawa pulang
Adat dunia memang begitu
Benda yang buruk memang terbuang

Kemuning ditengah balai
Bertumbuh terus semakin tinggi
Berunding dengan orang tak pandai
Bagaikan alu pencungkil duri

Parang ditetak kebatang sena
Belah buluh taruhlah temu
Barang dikerja takkan sempurna
Bila tak penuh menaruh ilmu

Padang tamu padang baiduri
Tempat raja membangun kota
Bijak bertemu dengan jauhari
Bagaikan cincin dengan permata

Ngun Syah Betara Sakti
Panahnya bernama Nila Gandi
Bilanya emas banyak dipeti
Sembarang kerja boleh menjadi

Jalan-jalan ke kota Blitar
jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
belajarlah dengan tekun

Di gunung sana kau suka berlibur
Di gunung sini kau suka tertawa
Bila sudah masuk kubur
Hanya amal yang dibawa

Menepuk air di bak mandi,
terpercik muka sendiri.
Bila ingin setiap waktumu berarti,
jangan terjebak rutinitas sehari-hari.

Mencari suatu lokasi tersembunyi,
lebih mudah dari tempat yang tinggi.
Ambilah jarak dari perilaku sehari-hari,
biar lebih mudah menggali

Burung Glatik mati ditusuk
Buat apa cantik klo hatinya busuk…

Bandar Belawan di tanah Deli
Sungguh ramai orang berniaga
Telah bertambah usia kini
Makin bijak dan waspada

Engku Nur membeli belah di pekan
Membeli sirih dank kelapanya
Jatah usia makin terkurangkan
Marilah ingat kepada-Nya

Bandar Malaka indah bandarnya
Sungguh elok bila dipandang
Semakin matang dikau usianya
Makin eloklah pribadi dipandang

Matahari terbit di Kalimantan
Membawa hangat indahnya nian
Inilah hari jadi Tuan Tian
Semoga membawa kebahagiaan

Selamat Ulang Tahun ya…!

Pantun Pendidikan
Jalan-Jalan Ke Sawojajar
Disana Banyak Batu Koral
Sekolah Tempat Qta Belajar
Belajar Ilmu Serta Moral

Pergi Jalan-Jalan Ke Pasar
Pergi Lgee Ke Tempat Gadai
Mari Qta Rajin Belajar
Rajin Belajar Supaya Pandai

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita kepingin pintar
Belajarlah sungguh-sungguh

Jika ingin mendulang cadas
Jangan lupa palu baja
Jika murid tumbuh cerdas
Guru pun ikut bahagia

Jika kamu pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika kita makan petai
jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajin baca buku

Kehutan mencari rusa
Hendaklah membawa tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Andai ini hari rugi
Tentu mujur esok lusa
Jangan lupa gosok gigi
Sebab kamu anak bangsa

Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini akan bangga

Masak angsa dikuali
Bukan saja di perigi
Hendaklah kamu mengabdi
Di pangkuan ibu pertiwi

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas

Jika hendak kamu melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah tentu pasti lulus

Bunga mawar berwarna merah
sungguh indah walau diluar
dari pada kita marah-marah
lebih baik kita nbelajar

Buah masam asam rasanya
kalau gula rasanya manis
walau dia jelek wajahnya
tetapi mahir berbahasa inggris

bunga mawar bunga melati
di tanam di pinggir sunggai
rajin – rajinlah kita mengaji
kelak tuanya menjadi pak haji

jika pergi ke padang datar
jangan lupa pulang berlabuh
jika kita ingin pintar
belajarlah sungguh-sungguh

burung GARUDA terbangnya tinggi
terbang jauh tiada tara
apa bila kamu sudah sukses nanti
jangan melupakan guru yang sudah berjasa.

Buka puasa di Restoran
jangan lupa ajak istri
jangan sampai melupakan pendidikan
dan carilah ilmu sampai mati

bunga melati bunga mawar
belinya di toko bunga “nita”
jika kalian ingin belajar
bukalh telinga dan mata

Pantun Pendidikan

Jika ingin mendulang cadas
Jangan lupa palu baja
Jika murid tumbuh cerdas
Guru pun ikut bahagia

Jika kamu pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika kita makan petai
jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajin baca buku

Kehutan mencari rusa
Hendaklah membawa tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Andai ini hari rugi
Tentu mujur esok lusa
Jangan lupa gosok gigi
Sebab kamu anak bangsa

Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini akan bangga

Masak angsa dikuali
Bukan saja di perigi
Hendaklah kamu mengabdi
Di pangkuan ibu pertiwi

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas

Jika hendak kamu melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah tentu pasti lulus

Anak sekolah pergi mengaji
Pergi mengaji hari lah pagi
Sungguh malang nasibku ini
Sejak aku di tinggal ibu tiri

Bunga mawar berwarna merah
Sungguh indah walau diluar
Dari pada kita marah-marah
Lebih baik kita belajar

Buah masam asam rasanya
Kalau gula rasanya manis
Walau dia jelek wajahnya
Tetapi mahir berbahasa inggris

Bunga mawar bunga melati
Di tanam di pinggir sunggai
Rajin – rajinlah kita mengaji
Kelak tuanya menjadi pak haji

Jika pergi ke padang datar
Jangan lupa pulang berlabuh
Jika kita ingin pintar
Belajarlah sungguh-sungguh

Burung Garuda terbangnya tinggi
Terbang jauh tiada tara
Apa bila kamu sudah sukses nanti
Jangan melupakan guru yang sudah berjasa.

Buka puasa di Restoran
Jangan lupa ajak istri
Jangan sampai melupakan pendidikan
Dan carilah ilmu sampai mati

Bunga melati bunga mawar
Belinya di toko bunga “nita”
Jika kalian ingin belajar
Bukalah telinga dan mata

Matahari bersinar cerah
Para nelayan mulai berlayar
Jika ingin masa depan mu cerah
Rajin-rajinlah belajar

Minum susu kental manis,
lebih enak pake es batu.
Wahai adik jangan menangis,
Apa yang bisa kakak bantu

Buat apa beli ikan
Kalau tidak dipelihara
Buat apa beli Al-Qur’an
Kalau tidak suka dibaca

Ada jeruk diatas andong
Dimakannya hanya sepasi
Jadi anak jangan berbohong
Kelak dewasa bisa korupsi

Daun hijau di puncak gunung
Burung terbang berkicau ria
Jangan lupa menuntut ilmu
Pasti hidupmu akan bahagia

Buat apa makan mentimun
Lebih baik makan nasi
Buat apa duduk melamun
Lebih baik kita mengaji

Angkutan kota bewarna-warni
Penuh sesak dalam kota
Menyebrang harus berhati-hati
Jika lengah,celakalah kita

Jangan suka makan mentimun
Mentimun itu banyak getahnya
Jangan suka duduk melamun
Melamun itu tak ada gunanya

Sungguh cantik anak Pak cmat
Pakai baju apapun pantas
Kalau kamu ingin selamat
Patuhilah rambu-rambu lalu lintass

Jalan-jalan kekota blitar
Jangan lupa beli sukun
Jika kamu ingin pintar
Belajarlah dengan tekun

Anak udang, udang juga
Bolehkah jadi anak tenggiri
Anak orang,orang juga
Bolehkah jadi anak sendiri

Daun terap diatas dulang
Anak udang mati dituba
Dalam kitab ada terlarang
Yang haram jangan dicoba

Kemana kancil akan di kejar
Lari cepat masuk pasar
Kalau mau jadi anak pintar
Rajin membaca banyak belajar

Jalan jalan ke kota banjar
Jangan lupa membeli kurma
Kita harus rajin belajar
Agar dapat ranking pertama

Pergi sekolah pagi-pagi
Sampai lupa makan sarapan
Jika kamu tak mau rugi
Raih lah ilmu pendidikan

Kalau kamu mau berlayar
Silahkan saja naik perahu
Kalau kamu mau pintar
Jangan suka mengerutu

Buat apa punya kuku
Kalau tak punya jari
Buat apa punya buku
Kalau tak dipelajari

Jika ingin mendulang cadas
Jangan lupa palu baja
Jika murid tumbuh cerdas
Guru pun ikut bahagia

Jika kamu pergi ke dusun
Jangan lupa bawa beras
Belajarlah dengan tekun
Agar kita naik kelas

Jika kita makan petai
Jangan lupa makan kerupuk
Jika kita ingin pandai
Ranjin-rajin baca buku

Kehutan mencari rusa
Hendaklah membawa tali
Wahai anak-anak bangsa
Cepat bangun lekas mandi

Andai ini hari rugi
Tentu mujur esok lusa
Jangan lupa gosok gigi
Sebab kamu anak bangsa

Hendaklah melempar jangkar
Kalau ada perahu singgah
Kalau anak bangsa pintar
Negeri ini akan ramah

Masak angsa di kuali
Bukan saja di perigi
Hendaklah kamu mengabdi
Di pangkuan ibu pertiwi

Pergilah ke tepi kali
Jangan lupa bawa guci
Bangkitlah anak pertiwi
Bangunlah negerimu ini

Jika kita pegang kuas
Melukislah pada kertas
Jika anak bangsa cerdas
Bangsa pun berkualitas

Jika hendak kamu melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah tentu pasti lulus

Bunga mawar berwarna merah
Sungguh indah walau diluar
Dari pada kita marah-marah
Lebih baik kita nbelajar

Buah masam asam rasanya
Kalau gula rasanya manis
Walau dia jelek wajahnya
Tetapi mahir berbahasa inggris

Bunga mawar bunga melati
Di tanam di pinggir sunggai
Rajin – rajinlah kita mengaji
Kelak tuanya menjadi pak kyai

Pak dani bawa adik
Mau diasah dijati baru
Jangan suka ganggu adik
Nanti dimarahi ibu

Anak doah makan lepet
Makan lepet sambil melompat
Kalau ingin cepat pintar
Rajin- rajin lah untuk belajar

Kalau ada sumur diladang
Boleh kita numpang mandi
Kalau ada umur yang panjang
Boleh kita bejumpa lagi

Puisi cinta harus berjajar
Seperti bunga-bunga teratai
Kalau kita rajin belajar
Cita-cita pasti tercapay

Jika hendak kamu melamar
Jangan banyak tulis dihapus
Jika siswa rajin belajar
Sudah tentu pasti lulus

Matamu berbinar binar
Bagaikan terang rembulan
Kamu ngak pinter pinter
Pacaran aja kerjaan

Kamu itu sangat imut
Kamu selalu di hatiku
Kalau kamu kentut
Aku selalu pergi darimu

Berguna hidup karena beradat.
Adat lembaga jadi pakaian.
Sempurna hidup karena syahadat.
Syahadat dijaga mengokohkan iman.

Adik ke kedai membeli halia
Emak memesan membeli laksa
Jadilah insan berhati mulia
Baik hati berbudi bahasa

Jika kita menjadi besar.
Tutur dan kata janganlah kasar.
Jangan seperti orang yang sasar.
Banyak orang jadi gusar.

Jangan suka mencabut padi.
Kalau di cabut hilang buahnya.
Jangan suka menyebut budi.
Kalau disebut hilang tuahnya.

Kalau berkitap sambil menulis.
Jangan sampai dawat terbuang.
Kalau bicara dalam majelis.
Jangan sampai mengupat orang.

Adat mati dikandung tanah.
Dunia tinggal harta pun tinggal.
Selamat mati mengandung ibadah.
Banyak amal banyak bekal.

Patah gading serpih tanduk
Mari diletak di atas papan
Jika tahu ganja itu mabuk
Buat apakah ia dimakan

Anak rusa masuk ke taman
Puas sudah orang memburu
Kalau muda jadikan teman
Kalau tua jadikan guru

Sorong papan tarik papan
Buah keranji dalam perahu
Suruh makan awak makan
Suruh mengaji awak tak mahu

Bangun pagi gosok gigi.
Sebelum makan roti benggali.
Mari mengamalkan pesan nabi.
Sebelum pergi tidak kembali.

Nasehat orang tua kita fikirkan.
Keliru setan kita jagakan.
Orang berakal kita dekatkan.
Orang jahat kita jauhkan.

Anak ayam turun sembilan.
Mati satu tinggal delapan.
Ilmu kita boleh ketinggalan.
Asal jangan putus harapan.

Advertisements

Jenis Jenis Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang sangat luas dan dikenal dalam bahasa-bahasa Nusantara. Pantun juga berasal dari kata patuntun dalam bahasa Minangkabau yang berarti “petuntun”.

Jenis Jenis Pantun

 

Dalam bahasa Jawa, misalnya, dikenal sebagai parikan, dalam bahasa Sunda dikenal sebagai paparikan, dan dalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa (baca: uppasa). Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), setiap baris terdiri dari 8-12 suku kata, bersajak akhir dengan pola a-b-a-b dan a-a-a-a (tidak boleh a-a-b-b, atau a-b-b-a). Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan namun sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis.

Jenis Pantun

Semua bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali berkaitan dengan alam (mencirikan budaya agraris masyarakat pendukungnya), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud selain untuk mengantarkan rima/sajak. Dua baris terakhir merupakan isi, yang merupakan tujuan dari pantun tersebut.

Jenis Pantun Jenaka

Karmina dan talibun merupakan bentuk kembangan pantun, dalam artian memiliki bagian sampiran dan isi. Karmina merupakan pantun “versi pendek” (hanya dua baris), sedangkan talibun adalah “versi panjang” (enam baris atau lebih).

Jenis Pantun Lucu

Jenis-jenis pantun di Indonesia sangat banyak karena terbagi menjadi pantun dua baris atau kerat, empat baris atau kerat, enam baris atau kerat, delapan baris atau kerat dua belas baris atau kerat serta tiga puluh baris atau kerat. Walaupun terdapat banyak jenis, jenis-jenis pantun empat larik lah yang banyak digunakan. Umumya berisi 8-12 kata dengan menggunakan pola a-b-a-b dan a-a-a-a

Jenis Pantun Nasihat

Semua jenis pantun terdiri dari 2 bagian yaitu sampiran dan isi. Sampiran merupakan dua baris pertama yang biasanya berkaitan dengan alam seperti menggunakan kata hutan misalnya atau mencirikan masyarakat sekitar dan tidak mempunyai hubungan dengan bagian isi yang nantinya akan menyampaikan pesan pantun tersebut.

Jenis Pantun Pengertian+Pantun

Perkembangan jenis-jenis pantun juga terjadi, dibuktikan dengan adanya Karmina dan Talibun. Karmina adalah jenis-jenis pantun yang hanya 2 baris dan Talibun merupakan jenis-jenis pantun yang cukup panjang yaitu enam baris atau lebih.

Jenis Contoh Pantun Lucu

Jenis-Jenis Pantun

Banyak sekali jenis-jenis pantun yang umumnya dipakai di keseharian seperti jenis-jenis pantun agama seperti menyampaikan ajaran-ajaran dalam agama islam misalnya, pantun adat, pantun budi, pantun jenaka, pantun kepahlawanan contohnya menggambarkan perjuangan Soekarno demi tercapainya proklamasi kemerdekaan Indonesia atau jasa-jasa guru yang sudah mendidik generasi bangsa, pantun kias, pantun percintaan, pantun perpisahan, dan pantun teka teki. Berikut beberapa contoh jenis-jenis pantun yang ada di Indonesia :

Pantun Nasihat Jenis

Pantun Adat

Pantun Adat adalah salah satu dari banyaknya jenis-jenis pantun yang gaya bahasanya mencirikan sebuah daerah dan biasanya kental akan unsur seni dan budaya yang ada di Indonesia. Pantun adat sendiri karena Indonesia terdiri dari banyak suku dan adat sudah tentu pantun adat daerah A dan daerah B berbeda. Berikut contoh pantun adat :

Pohon nangka berbuah lebat

Bilalah masak harum juga

Berumpun pusaka berupa adat

Daerah berluhak alam beraja

Pantun Agama

Pantun agama yaitu jenis-jenis pantun yang berisi kata-kata nasihat yang bisa kita jadikan sebagai pedoman atau motto dalam menjalani kehidupan serta menasihati agar kita tidak melakukan hal-hal yang keluar dari perintah agama. Berikut contoh pantun agama :

Daun terap di atas dulang

Anak udang mati di tuba

Dalam kitab ada terlarang

Yang haram jangan dicoba

Pantun Teka Teki

Terendak bentan lalu dibeli

Untuk pakaian saya turun ke sawah

Kalaulah tuan bijak bestari

Apa binatang kepala di bawah ?

Pantun Perpisahan

Pantun perpisahan merupakan sebuah jenis-jenis pantun yang di dalamnya berisi sebuah pesan perpisahaan yang bisa ditujukan kepada orang-orang terkasih baik itu keluarga, kekasih, ataupun sahabat.

Kalau ada sumur di ladang

Bolehlah kita menumpang mandi

Kalau ada umurku panjang

Bolehlah kita bertemu lagi

Asal Usul Jenis-Jenis Pantun

Asal usul jenis-jenis pantun pada mulanya berasal dari masyarakat melayu dan mempunyai ciri khas yaitu sajak dan irama. Pantun sendiri berasal dari bahasa Sankrit yang berarti berbicara. Jenis-jenis pantun diciptakan oleh rang-orang melayu dengan tujuan mengungkapkan perasaan baik itu untuk mengungkapkan rasa kasih sayang, menyindir, berjenaka, ataupun menggambarkan kesedihan. Selain itu para budayawan di Indonesia juga terus mengembangkan berbagai jenis pantun yang ada agar lebih elok di dengar.

Ada berbagai jenis pelajaran menarik yang pernah kita pelajari dari bangku sekolah dasar sampai saat ini, di antaranya adalah:

Macam Macam Majas
Jenis Jenis Paragraf
Mencintai bahasa Indonesia dan segala kekayaannya akan menjadikan kita sebagai siswa teladan yang mengisi kemerdekaan dengan hal hal positif.

Kumpulan Pantun Alam

Kumpulan Pantun Tentang Alam 

pergi ke kedai membeli bunga
bunga di beli cantik sekali
alam sekitar perlu dijaga
agar hidup sentiasa harmoni

pergi ke pasar membeli duku
tidak lupa membeli durian
menjaga hutan tanggung jawabku
agar tidak terjadi penggundulan hutan

Pantun Alam

Pantun Tema Alam

anak itik renang di kolam
kolamnya dekat rumah maia
jangan kau rusak alam
alam itu surganya dunia

Daun pegaga, buah bidara
Ulam-ulaman enak dimakan,
Bumi hijau harus dipelihara,
Anugrah terindah ciptaan tuhan.

Hembus pawana bayu terasa,
Alam yang indah dipandang mata,
Janganlah kita membuang sisa,
Kelak binasa alam semesta,

Indah malam tanpa pelita
Terbang beramai si rama-rama,
Janganlah lupa peranan kita,
persekitaran indah tanggungjawab bersama.

Pantun Tentang Alam
Pantun tentang lingkungan

Tebang nipah buang daunnya
Bercermin mewah di rumah batu
Buanglah sampah pada tempatnya
Cerminan siswa SMA Satu

Pantun Menjaga Alam
Paman memetik sirih ditaman
Petak lahan dirumah Pak Dollah
Taman indah, asri dan nyaman
Bentuk dari pencitraan sekolah
Pekan sabtu pergi ke taman
Lengkap dengan bekal si Marning
Mari menanam seribu tanaman
Untuk mengurangi Global Warming

Pantun Alam Lingkungan
Dari lembaga ke bagan kota
Hendak melepas kereta kencana
Mari menjaga lingkungan kita
Kelak hidup bebas bencana
Batu merah lengket di badan
Pakai ketuhar memasak pari
SMA satu SMA teladan
Paling kesohor di Prop. Kepri

Pantun Alam Sekitar
Buah naga di kebun Pak Dollah
Mekar sekuntum berkhayal semu
Mari menjaga lingkungan sekolah
Agar mudah mendapatkan ilmu
Keling memanjat pokok pak Selah
Pokok selasih berdaun pandan
Saling menjaga tanaman sekolah
Udara bersih sehatkan badan

Pantun Alam Terbaru
Buah tangan bercampur selasih
Bekal rujak di kala rehat
Lingkungan bersih bebas polusi
Akal bijak berbadankan sehat
Bagai angsa patah lengannya
Bola kisaran di semak batu
Hargai bangsa cinta lingkungan
Pola pikiran SMA satu

Kumpulan Pantun Tentang Alam
Ranjau dari pulau sebati
Pindahkan pelana kekilang kopi
Hijau daun sejukkan hati
Gundah gulana hilang menepi..
Air surut enak berkarang
Hendak menangkap ubur-ubur dan ampai
Selamatkan terumbu karang sekarang
Kelak hidup makmur dan damai

Pantun Alam 1
Mak dare memasak kerang
Kerang dimasak bersama kepak
Mari menjaga terumbu karang
Karang sehat ikan berlimpah
Datuk menteri memakan kerang
Kerang disantap bersame cendawan
Mari dijaga terumbu karang
Karang sehat dambaan jutawan
Sarang burung diatas pelepah
Hendak mengambil garam tembage
Terumbu karang sehat ikan berlimpah
Anak cucu damai, tentram, bahagia
para petani menanam padi
meski raga berselimut lelah
dulu indah bumi pertiwiku
kini rusak dimakan sampah

Dipagi hari udara sejuk
Dimalam hari udara dingin
Kini aku tak bisa bubuk
suara gemuruh mesin pabrik

Pantun Alam 2014 Terbaru

Pantun Tema Menjaga Alam

pergi ke kedai membeli bunga,
bunga di beli cantik sekali,
alam sekitar perlu di jaga,
agar hidup sentiasa harmoni..

berjalan-jalan di tepi tasik,
bila berjalan perlu berhati,
alam di jaga kan cantik,
agar dilihat sumua generasi..

Kumpulan Pantun Alam

pergi ke kota bersama teman,
kota Melaka tempat pilihan,
mejaga sungai jadi amalan,
agar tidak berlaku pencemaran..

pergi menyelam di dalam laut,
pergi menyelam di laut china,
kita perlu menjaga laut,
agar khazanahnya terpelihara..

dua tiga kucing berlari,
mana nak sama si kucing belang,
jika tidak menjaga bumi,
nanti datang bencana alam.